Friday, May 20, 2011

orang baru ^_^

umar al-khattab

comelnye die..hee

umar bru bgun tido..

Saturday, April 16, 2011

Maher Zain - Freedom ( Official Lyric )




Gathered here with my family
...My neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands
It doesn't matter where you're from
Or if you're young, old, women or man
We're here for the same reason; we want to take back our land

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us

No more being prisoners in our homes
No more being afraid to talk
Our dream is just to be free, just to be free
Now when we've taking our first step
Towards a life of complete freedom
We can see our dream getting closer and closer, we're almost there

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us

I can feel the pride in the air
And it makes me strong to see everyone
Standing together holding hands in unity
Shouting out load demanding their right for freedom
This is it and we're not backing of
Oh God we know you hear our call

And we're calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, calling for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us

Friday, April 15, 2011

++ Hadith ++



Narrated 'Abdullah bin Mas'ud:

The Prophet said, "Do not wish to be like anyone except in two cases. (The first is) A person, whom Allah has given wealth and he spends it righteously; (the second is) the one whom Allah has given wisdom (the Holy Qur'an) and he acts according to it and teaches it to others."

(Fateh-al-Bari page 177 Vol. 1)

Tuesday, April 12, 2011

 ++ positive thinking ++

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرً۬ا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٌ۬‌ۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَبوَ بَّعۡضُكُم بَعۡضًا‌ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُڪُمۡ أَن يَأۡڪُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتً۬ا فَكَرِهۡتُمُوهُ‌ۚ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ۬ 
رَّحِيمٌ۬

O you who have believed, avoid much [negative] assumption. Indeed, some assumption is sin. And do not spy or backbite each other. Would one of you like to eat the flesh of his brother when dead? You would detest it. And fear Allah ; indeed, Allah is Accepting of repentance and Merciful.
[ Surah al-Hujuraat 49: Ayat ke 12] 

Saturday, March 26, 2011

Kepadamu Wanita..Agar Dikau Bahagia..


Kepada setiap muslimah yang rela Allah swt sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasulnya.
Kepada setiap pendidik yang berjihad di jalan Allah dengan untaian kalimahnya, menjaga norma-normanya dan menyucikan jiwanya.
Kepada wanita yang bimbang dan bersedih, berbahagialah dengan dekatnya kemudahan, datangnya pertolongan Allah swt serta janji pahala yang besar dan terhapus segala dosa.

Tidak ada kecantikan bagi seorang wanita, tiada pula keindahan, harga diri dan kedudukan kecuali beriman kepada Allah swt.

Apabila dirinya tegak di atas jalan ini, maka dia lah wanita yang mendapat petunjuk, diterima amalnya dan menjadi wanita pilihan disisi Rabb-Nya.
Namun, jika dia melepaskan jalan kebenaran tersebut, kafir terhadap Tuhannya, mengingkari agamanya dan melepaskan tuntutan-Nya, maka dia lah cermin kepada wanita yang murahan, hina dan terbuang.
Pada saat itulah sinar kecantikan seorang wanita mula menghilang, walau berkalung gugusan bintang di langit, meskipun bermahkota bintang gemini dan matahari terbit di keningnya.
Wahai wanita muslimah yang jujur, wahai wanita mu'minah yang selalu kembali kepada Allah.

Jadikanlah dirimu itu seperti sepohon kurma.

Jauh dari keburukan, menjulang tinggi menghindar dari sifat mengangau. Dilempar dengan batu dia menjatuhkan buahnya, tetap hijau pada musim panas mahupun dingin dan memberikan manfaat kepada sekalian manusia.
Jadilah engkau orang yang menjauhi perkara-perkara yang rendah, keperibadianmu terjaga dari segala pola hidup yang menipu rasa malu.
 
Ucapanmu adalah zikir, pandanganmu melahirkan ibrah (pengajaran), diammu adalah berfikir.

Saat itulah engkau mendapatkan ketenangan dan akan diterima oleh penduduk bumi. Tercurah segala pujian yang baik-baik, doa yang jujur dari semua makhluk, dan Allah swt akan menjauhkanmu dari awan kesempitan, bayang-bayang ketakutan, dan gumpalan kekeruhan.

Tidurlah berbantalkan curahan doa orang-orang mu'min,
lalu bangunlah untuk meraih pujian yang ditujukan kepadamu. Saat itulah engkau mula menyedari bahawa kebahagiaan bukan terdapat pada simpanan harta, kad kredit dan kereta, rumah yang bagaikan istana, mahupun pada kasih nya seorang manusia, namun pada ketaatan terhadap Zat Yang Maha Terpuji. Kedamaian hidup bukan pada hiasan keduniaan, bukan pula mengabdi kepada hamba, namun kepada kepatuhan terhadap Zat Yang Maha Mulia.

Pesanku, jadilah seorang wanita yang bermaruah, yang punya kedudukan tinggi di sisi Tuhannya.

Di mana namanya sentiasa disebut-sebut dalam kalangan para malaikat, dan yang berjaya memperoleh cinta yang Teragung, iaitu cintanya Ya Rabb lantas menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.

Friday, February 25, 2011

Mengapa Ibu Menangis ?

 Suatu ketika, ada seorang anak lelaki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu,  mengapa ibu menangis ?" Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita."  Saya tidak mengerti," kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tidak akan  mengerti......"

Kemudian, anak itu bertanya kepada ayahnya. "Ayah, mengapa ibu menangis ?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan".  Hanya itu jawapan yang dapat diberikan oleh ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan mendapat petunjuk daripada Allah mengapa wanita mudah sekali menangis. 

Saat Allah menciptakan wanita, Dia membuat menjadi sangat penting. Allah ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Walaupun, bahu itu cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur.

Allah berikan wanita kekuatan untuk melahirkan zuriat dari rahimnya. Dan sering kali pula menerima cerca daripada anaknya sendiri ...... 

Allah berikan ketabahan yang membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah di saat semua orang berputus asa.

Wanita, Allah berikan kesabaran, untuk merawat keluarganya walau letih, sakit, lelah dan tanpa berkeluh-kesah.

Allah berikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya, dalam situasi apa pun. Biarpun anak-anaknya kerap melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini memberikan kehangatan kepada anak-anaknya yang ingin tidur.

Sentuhan lembutnya memberi keselesaan dan ketenangan. 

Dia berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa kegentiran dan menjadi pelindung baginya. Bukankah tulang rusuk suami yang melindungi setiap hati dan jantung wanita ? 

Allah kurniakan kepadanya kebijaksanaan untuk membolehkan wanita menilai tentang peranan kepada suaminya. Seringkali pula kebijaksanaan itu menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap saling melengkapi dan menyayangi.

Dan akhirnya, Allah berikannya airmata agar dapat mencurahkanperasaannya....... Inilah yang khusus Allah berikan kepada wanita, agar dapat digunakan di mana ia inginkan. 

Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata!!!
Inilah airmata kehidupan.....



Renungkan bagaimana kita membalas jasa ibu kita  

Semasa kita berumur 1 tahun, Ibu menyuap kita makan & memandikan kita. Kita membalas budinya dengan menangis sepanjang malam. 

Semasa kita berumur 3 tahun, Ibu menyiapkan makanan istimewa dan berzat untuk kita. Kita membalas budinya dengan menumpahkan makanan ke atas lantai. 

Semasa kita berumur 4 tahun, Ibu membelikan kita crayon Kita membalas budinya dengan menconteng dinding dirumah. 

Semasa kita berumur 5 tahun, Ibu membelikan kita baju baru untuk Hari Raya. Kita membalas budinya dengan mengotorkan baju apabila jatuh ke dalam lopak. 

Apabila kita berumur 7 tahun, Ibu menghantar kita ke sekolah. Kita membalas budinya dengan menjerit , " SAYA TAK MAHU PERGI SEKOLAH !!!"  

Semasa kita berumur 10 tahun, Ibu menghantar kita ke kelas tuisyen, membawa kita shopping, menghantar kita ke rumah kawan dan lain-lain. Kita tidak langsung menoleh ke belakang dan mengucapkan terima kasih, setiap kali Ibu menghantar kita. 

Apabila kita berumur 11 tahun, Ibu membelikan kita sebiji bola sepak. Kita membalas budi Ibu, dengan menendang  bola dan memecahkan cermin tingkap rumah jiran kita.  

Semasa kita berumur 12 tahun, Ibu menasihatkan kita supaya tidak terlalu banyak menonton TV. Kita membalas budi Ibu dengan asyik menonton TV, sebaik sahaja Ibu keluar dari rumah. 

Apabila kita berumur 13 tahun, Ibu menegur fesyen rambut kita yang kurang sopan. Kita membalas budi Ibu dengan berkata bahawa Ibu tak ada "TASTE !!!". 

Apabila  kita berumur 16 tahun, Ibu inginkan dakapan setelah penat dan baru balik bekerja sehari suntuk. Kita membalas budinya dengan mengunci diri kita dan bersendirian di dalam bilik. 

Apabila kita berumur 17 tahun dan lulus peperiksaan, Ibu menangis gembira. Kita membalas budi Ibu dengan tidak balik ke rumah hingga larut malam, kerana enjoy & celebrate dengan kawan-kawan. 

Apabila kita berumur 19 tahun, Ibu membelanjakan wang yang banyak untuk menghantar kita ke universiti, mengangkat beg kita dengan kasih sayang sampai ke hostel kita. Kita membalas budi Ibu, dengan bersalaman dengan Ibu di luar dorm takut malu dilihat kawan-kawan. 

Apabila kita berumur 20 tahun, Ibu bertanya dengan rasa prihatin kita ada boyfriend atau girlfriend ke? Kita membalas budi Ibu dengan berkata, "Ibu ni kepohlah!!" 

 Apabila kita berumur 21 tahun, Ibu bertanya apa cita-cita kita. Kita membalas budi Ibu dengan berkata, " saya tak mahu jadi macam ibu!!"

Apabila kita berumur 23 tahun, kita mendapat kerja yang pertama dan tinggal dirumah sendiri. Ibu membelikan  baju untuk kita memulakan kerja baru. Kita membalas budi Ibu dengan memberitahu kawan-kawan bahawa baju itu tidak cantik kerana Ibu yang belikan.

Apabila kita berumur 25 tahun, kita berumahtangga. Ibu menangis gembira dan berkata betapa Ibu kasih dan sayang pada kita. Kita membalas budi Ibu dengan berpindah 300 kilometre jauh dari Ibu.

 Apabila kita berumur 27 tahun, Ibu menalipon dan memberi nasihat tentang penjagaan bayi anak kita. Kita membalas budi Ibu dengan berkata, " Zaman sekarang  lain Ibu..!!!!"

Apabila kita berumur 40 tahun, Ibu menalipon dan memaklumkan majlis kenduri di kampung. Kita membalas budi Ibu, dengan berkata," saya sibuk!!!!"  

Apabila kita berumur 50 tahun, Ibu jatuh sakit dan perlukan penjagaan dan kasih sayang. Kita membalas budi Ibu dengan datang melawat Ibu sekali dengan membawa sedikit buah apple dan merungut tentang kesibukan bekerja dan terpaksa balik segera.

Dan kemudian, pada suatu  hari, Ibu meninggal dunia. Dan tidaklah kita sempat untuk membalas segala jasa-jasa Ibu.

Ingat, selagi Ibu masih hidup, kasihi dan sayangilah Ibu dan jika Ibu sudah meninggal dunia, ingatlah jasa ibu.

 Cuba kita renung dan fikir-fikirkan......

Tuesday, February 22, 2011

wakaf che' ye~~18Feb 11

sempat capture ciptaan Allah

jom makan
=p
ciannye diorng nie..anok sapo la nih..hee
 penantian itu satu penyeksaan..

 haha..mcm pnah nmpak lak pic nie
Itu saje dari saye..anak mak..hee..sekian time kasih...






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...